Menu

"Perkemahan Jumat Sabtu (PERJUSA) Bulan Mei 2016"

Selasa, 28 Mei 2013

"Bu, Kapan Kita Latihan Upacara Lagi?"

dok.Indonesia Mengajar

Upacara bendera memang sebuah bentuk ritual. Upacara bendera hanyalah sebuah ritual tanpa makna jika esensinya tidak disadari sepenuhnya. Ngerinya, baik ritual maupun kesadaran tentang esensi tentang upacara bendera, perlahan ditinggalkan belakangan ini di negeri ini.


Namun, secercah harapan selalu saja muncul. Ada siswa-siswi yang rindu mengikuti dan terlibat dalam upacara bendera, menyanyikan Indonesia Raya dengan segenap hati, hormat pada Sang Merah Putih, menyesap dalam-dalam bunyi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, mengheningkan cipta untuk para pahlawan, serta bersyukur kepada Sang Pencipta.


Senin, 27 Mei 2013

Panja Tenaga Honorer DPR RI Apresiasi Kinerja Pemerintah

“Kami mengapresiasi kinerja Pemerintah atas prestasi terkait penyelesaian Tenaga Honorer,” ungkap salah satu Anggota Panitia Kerja Pengawasan (Panja) Tenaga Honorer Komisi II DPR RI pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPR RI dengan Kementerian PAN dan RB, BKN, dan BPKP di Gedung Nusantara II DPR RI, Selasa (21/05). RDP dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Naja.

Menurut Anggota Panja bahwa penanganan penyelesaian tenaga honorer mengalami perkembangan pesat. Namun demikian Panja Tenaga Honorer Komisi II DPR RI tetap meminta kepada Kementerian PAN dan RB, BKN, serta BPKP untuk dapat memberikan perhatian khusus dan membuat sistem penanganan yang andal untuk menutup celah manipulasi terhadap proses pengangkatan Tenaga Honorer kategori I dan II baik di Instansi Pusat maupun Daerah.

Dalam RDP tersebut Kepala BKN Eko Sutrisno memaparkan situasi dan data terakhir terkait perkembangan Tenaga Honorer Kategori I dan Tenaga Honorer Kategori II. Eko Sutrisno menyampaikan bahwa total penetapan NIP untuk Tenaga Honorer Kategori I oleh BKN sampai dengan 20 Mei 2013 sebanyak 25.534. “Sedangkan untuk Tenaga Honorer Kategori II baru pada tahap pengumuman yang selanjutnya akan dilaksanakan Tes untuk memenuhi formasi yang ada,” terang Eko Sutrisno.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian PAN dan RB Tasdik Kinanto menjelaskan bahwa rencana awal pelaksanaan Tes bagi Tenaga Honorer Kategori II yang seyogyanya dilaksanakan pada bulan Juni/Juli mengalami penundaan dikarenakan masalah anggaran. Kementerian Keuangan meminta Kementerian PAN dan RB untuk menelaah lagi usulan anggaran. Berry

Sumber: Jakarta-Humas BKN.   Senin, 27 Mei 2013 11:10




Minggu, 26 Mei 2013

Melalui CAT, BKN Wujudkan Seleksi CPNS yang Bersih

Waka BKN Bima Haria Wibisana (kanan) menjelaskan permasalahan kepegawaian didampingi Kapus Pengembangan Sistem Rekrutmen PNS Aris Windiyanto (kiri)

Melalui pemanfaatan Computer Assisted Test (CAT), Badan Kepegawaian Negara (BKN) berusaha mewujudkan seleksi CPNS yang bersih, transparan, dan akuntabel. Dengan menggunakan CAT, tiap peserta tes bisa mengetahui skor/hasil yang diperolehnya segera setelah pelaksanaan tes usai. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Kepala BKN Bima Haria Wibisana kepada wartawan Tempo Group Aris Darmawan dan Purwanta Budi Sulistya yang melakukan wawancara di ruang kerjanya di BKN Pusat Jakarta, Jumat (24/5). Ikut hadir dalam wawancara ini Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen PNS Aris Windiyanto.

Lebih lanjut Bima menekankan bahwa penerimaan CPNS yang bersih, transparan, dan akuntabelhanya bisa diwujudkan BKN dengan dukungan penuh semua stakeholders (pemangku kepentingan), termasuk para pejabat Pembina kepegawaian di semua instansi pemerintah. “Perlu komitmen kuat mewujudkan birokrasi yang bersih, yang harus dimulai dari proses rekrutmen yang bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)”ucapnya.

Dijelaskan pula bahwa mulai tahun ini tes CPNS untuk pelamar umum dilaksanakan dengan CAT pada BKN Pusat dan 12 Kantor Regional (Kanreg) BKN. “Untuk mencegah kemungkinan serangan hacker, hingga kini tes dengan CAT dilakukan secara offline. Namun demikian, jika aspek keamanan jaringan telah dijamin, pelaksanaan tes menggunakan CAT bisa dilakukan secara online”jelasnya. (aman-tawur)


Sumber: BKN   24 Mei 2013, 17:00 WIB

Sabtu, 25 Mei 2013

Anak Sekolah Rawan Terkena DBD


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau kepada para pemilik sekolah untuk sering mengontrol kebersihan bak mandi sekolah dan wadah untuk pot tanaman. Pasalnya nyamuk aedes aegepty sebagai sumber penyakit demam berdarah dengue (DBD), lebih rentan menyerang anak-anak sekolah.


Kepala Bidang Pengendalian Masalah Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, John Marbun mengatakan, sejak Januari hingga Mei 2013 dari 3.119 jiwa yang terserang DBD, separuhnya berasal dari lingkungan sekolah. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pihak sekolah untuk selalu memonitoring sarang-sarang nyamuk, terlebih sekolah akan memasuki masa liburan.


“Kami akan layangkan surat pemberitahuan kepada pihak sekolah untuk memonitoring sarang nyamuk semasa ditinggal liburan,” ujar Jhon saat melakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Kebonjeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/5).



Dalam melakukan pencegahan penyakit DBD, khususnya di sekolah, pihaknya kembali mengingatkan kepada setiap orang, pengelola, penanggung jawab atau pimpinan agar rutin setiap seminggu sekali menggelar PSN. Dengan begitu diharapkan pada 2020, Jakarta bebas dari penyakit DBD. “30 menit dirasa cukup, jika rutin PSN, maka angka pasien DBD akan turun,” jelas John.



Sumber : BERITAJAKARTA.COM  24 Mei 2013, 18:34 WIB
Reporter: moan  | Editor: dunih 

Jumat, 24 Mei 2013

PELAKSANAAN UJI COBA UKG ONLINE 2013

Sehubungan akan dilaksanakan Uji Kompetensi Online 2013 Provinsi DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Mei 2013, bahwa LPMP DKI Jakarta akan mengadakan kegiatan Uji Coba penggunaan aplikasi UKG online dengan tujuan untuk memastikan kesiapan teknis baik dari system maupun tempat UKG dan untuk mencegah terjadinya kendala teknis pada saat pelaksanaan UKG online. Uji coba yang akan dilaksanakan pada :


Hari/Tanggal       : Jum'at - Sabtu, 10-11 Mei 2013

Pukul                   : 08.00 WIB s.d. selesai



Daftar nama yang kami ambil adalah acak, jadi bagi yang tidak terdaftar jangan bimbang dan ragu karena hanya uji coba. Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Sumber: sudindikdasjakut08 Mei 2013, 07:40 WIB

Kamis, 23 Mei 2013

Petunjuk Teknis BOP Negeri Tahun 2013

Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 793 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis BOP Negeri Tahun Anggaran 2013.

Silahkan Download Disini

Sumber: disdikdki.net 23 Mei 2013, 14:55 WIB

Peraturan Gubernur BOP Sekolah/Madrasah Negeri Tahun Anggaran 2013

Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2013 tentang Biaya Operasional Pendidikan Sekolah/Madrasah Negeri Tahun Anggaran 2013 

File dalam bentuk scan PDF, ada tua tipe file 

Download File Asli (Ukuran 24.8 MB) 


Download File Compress (Ukuran 2.1 MB)


Sumber: disdikdki.net. 24 Mei 2013, 09:55 WIB

Petunjuk Teknis PPDB Tahun Pelajaran 2013/2014

Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 794 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2013/2014.

Silahkan Download di sini

Sumber: disdikdki.net 23 Mei 2013, 10:07 WIB

Rabu, 22 Mei 2013

"Saya Percaya, Semua Anak adalah Juara..."

Bondan Pattipi selalu muncul di sekolah, terutama saat sebelum bel masuk, jam istirahat, dan jam pulang sekolah. Namun, namanya tidak terdaftar di kelas mana pun di SD YPK Siboru, Fakfak Barat.

Keterbatasannya membuat Bondan tidak sekolah. Suatu waktu, di sela latihan gerak jalan, Mario Surya Ramadhan memiliki kesempatan berinteraksi dengannya. Namun, meski tidak bisa berbicara dan mendengar, Bondan menunjukkan semangat belajar yang tinggi.

Awalnya, Bondan bergerak kikuk karena dia tidak bisa mendengar aba-aba dan instruksi pemimpin barisan. Namun, dalam pertemuan kedua, Bondan justru bergerak sesuai dengan aba-aba dari Mario. Dia fokus pada pengajarnya.

Mario percaya pada teori multiple intelligence, percaya bahwa semua anak adalah juara...



"Hikmah dari Seorang Mono"


Nama lengkapnya Bondan Pattipi, teman-teman biasa memanggilnya Bondan. Bondan kira-kira berusia sebelas tahun, postur tubuhnya atletis dan berisi. Ia adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Keluarganya bisa dikatakan termasuk kelas menengah ke atas untuk ukuran Kampung Siboru. Saya biasa menumpang menonton televisi dan minum kopi di rumahnya.

Bondan adalah seorang mono, sebutan yang lazim dipakai oleh masyarakat Fakfak untuk seorang tuna wicara. Namanya tidak tercatat di dalam buku absen kelas mana pun di SD YPK Siboru. Bondan sering muncul di sekolah terutama ketika sebelum bel masuk, jam istirahat dan jam pulang sekolah. Kadang ia mengintip dari pintu ketika saya sedang mengajar. Pasti jika dia tinggal di kota besar sudah disekolahkan di SLB oleh orang tuanya.

Bondan memang tidak sekolah tetapi Bondan tidak bodoh. Melihat Bondan saya langsung teringat teori multiple intelligence, yang percaya semua anak adalah juara. Saya menemukan sisi juara Bondan ketika sekolah kami sedang berlatih untuk mengikuti lomba dalam rangka HUT Fakfak. SD YPK Siboru mengirimkan satu tim gerak jalan putra, tujuh pelari putra dan tiga pelari putri.

Suatu ketika saya sedang melatih anak-anak gerak jalan, Bondan menonton di pinggir lapangan. Kebetulan ada anak yang tidak datang latihan, saya memanggil Bondan untuk ikut latihan supaya barisan tidak bolong. Tidak terpintas di benak saya untuk memasukan Bondan ke dalam pasukan gerak jalan. Bondan tidak bisa mendengar aba-aba dan instruksi pemimpin barisan sehingga tidak mungkin bisa menyesuaikan langkah dengan anggota lain, pikir saya. Bondan masih terlihat kikuk dan kurang percaya diri bergabung dengan anak-anak sekolah.

Hari berikutnya, supaya memudahkan anak-anak berjalan dan menyesuaikan dengan medan lomba, kami berlatih di kampung sebelah yang telah memiliki jalan aspal. Ketika saya berjalan ke arah pelabuhan hendak pergi ke pantai sebelah, saya tidak sengaja melihat Bondan dari kejauhan yang sudah di atas perahu bersama bapak dan ibunya, siap untuk pergi memancing. Karena kemarin dia ikut latihan, saya langsung memberi kode melambaikan tangan untuk ikut berlatih gerak jalan bersama anak-anak yang lain.

Bondan langsung lompat dari perahu, berlari menuju rumahnya. Tidak lama Bondan muncul di pelabuhan, sudah memakai sepatu dan membawa tas. Ketika latihan, saya terkejut dengan kemampuan Bondan menjaga irama langkahnya agar serasi dengan teman-teman yang lain. Bahkan, ketika anak-anak yang lain kebingungan menyesuaikan langkah dan kerap salah mengikuti aba-aba “kiri..kiri..kiri-kanan-kiri” yang saya teriakan, Bondan bisa dengan mudah mengatur langkahnya. Ketika anak-anak sibuk mengobrol waktu saya memberikan instruksi dan mencontohkan, Bondan tetap fokus kepada saya. Saya menjadikan Bondan contoh peraga di depan anak-anak yang lain. Anak-anak memberi tepuk tangan ketika Bondan mampu menjalankan instruksi saya.

Keesokan harinya ketika saya datang ke rumahnya, orang tua nya bercerita Bondan senang sekali bisa ikut gerak jalan bersama teman-teman yang lain. Saya memutuskan untuk memasukan Bondan ke dalam tim gerak jalan karena kemampuannya menjaga irama langkah.

Bondan memakai baju olahraga pinjaman ketika hari pelaksanaan lomba. Bondan mampu menyesuaikan diri dengan aba-aba yang terikan pemimpin pasukan. Ia kuat berjalan teratur sejauh 10 km. Pasukan gerak jalan Siboru belum berhasil mendapat juara. Bondan memberi hikmah berharga bagi saya dan anak-anak. Bondan mencontohkan cara patuh dan memperhatikan instruksi dengan baik. Tidak banyak bicara tetapi banyak bekerja. Bukan banyak bicara tetapi ternyata tidak bisa. Mono juga bisa.

Sumber :
Editor :
Caroline Damanik

Postingan